Pohon Tua di Atas Bukit

Aku memandang foto itu untuk kesekian kalinya hari ini. Foto
hitam-putih sebuah pohon tua yang besar di atas bukit. Berdiri tegar
tanpa tergoyahkan oleh angin badai sekalipun. Daun-daunnya yang rimbun
memberikan keteduhan walau seterik apapun matahari bersinar.

Aku
sendiri yang mengambil foto itu tahun lalu. Pohon itu mengingatkanku
akan suamiku. Laki-laki yang tetap tegar berdiri walau sekeras apapun
masalah menimpanya. Laki-laki yang dengan kedua tangannya akan memeluk
dan menenangkanku setiap kali aku terjatuh. Senyum yang selalu dia
lemparkan sebelum berangkat ke kantor.

Ya, pohon itu mengingatkanku padanya.

Di bawah pohon itu aku menguburnya bersama dengan perempuan sundal keparat itu.

2 Responses to “Pohon Tua di Atas Bukit”

  1. Ferdi Says:

    Ada kecenderungan ngga sih bahwa banyak cerita 100 kata mengandung sub-teks kekerasan dan seksualitas?

  2. Rey Says:

    not really, but sometimes it’s easier to make a twist that is extreme . . . by using sex and violence

Leave a Reply